Selasa, 03 September 2013

cerita ospek~

Halloooo blog-ers.
Balik lagi sama gue, si kecil dari ciputat.
Kesempatan kali ini gue mau nyeritain masa-masa ospek gue di kampus. Okeh , cekidottt!
Setelah sekian lama melewati masa-masa dilema memilih jurusan serta memperjuangkan untuk mendapatkan satu kursi di PTN, akhirnya dengan restu dan izin Allah, gue ngedapetin apa yang gue inginkan, yaitu menjadi mahasiswi jurnalistik di salah satu Universitas berstatus Jakarta, tapi berlokasi di ciputat. Ya, tidak salah dan tidak bukan yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dengan penuh suka cita, gue mendaftarkan diri (daftar ulang) sampai daftar OPAK. OPAK itu nama kerennya ospek di UIN Jakarta. Kepanjangan OPAK itu sendiri yaitu Orientasi Pengenalan AKademik. OPAK di UIN Jakarta dilaksanakan pada tanggal 29-31 Agustus kemarin.
Dengan penuh gelora gembira, gue menyambut OPAK dengan semangat, sekaligus buat ajang modus sih, maklum mblo. OPAK hari pertama, para maba disuruh dateng ke fakultas  jam 5 pagi. Alhamdulillahnya jarak rumah gue ke kampus cuma memakan waktu 5 menit, hihi.

Pagi itu setiap fakultas udah dipenuhi para maba yang  lengkap dengan atribut mereka, termasuk gue. Gue, maba FIDKOM make atribut serba merah (Merah-merah, fakultas dakwah~). Dateng dengan wajah sumringah, padahal nyawa masih nyangkut di kasur.
Pukul 6 pagi, seluruh maba dari setiap fakultas dikumpulkan di lapangan, guna melaksanakan upacara pembukaan opak. Lapangan itu mendadak padat, ramai, sesak, dan penuh warna oleh masing-masing atribut tiap fakultas. FIDKOM khas dengan Merah, F. Ushuluddin khas dengan biru, F. Tarbiyah dengan hijaunya, dll. Lapangan juga mendadak ramai dengan yel-yel tiap fakultas. Masing-masing fakultas tidak mau kalah keras  menyanyikan yel-yel kebanggaan fakultas mereka. Semua maba dan senior menyambut dengan suka cita.

OPAK hari pertama merupakan OPAK Universitas. Di hari pertama juga ada penampilan demo UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang diadakan di Auditorium Dr. Harun Nasution. Auditorium pun mendadak ramai, padat, riuh, dipenuhi para maba yang akan melihat penampilan dari UKM-UKM tersebut. Semua penampilan UKM, mulai dari PSM (Paduan Suara), Teater Syahid, LPM Institut, FLAT, KALACITRA, dll dapat memikat setiap pasaang mata para mahasiswa baru, termasuk gue. Gue excited banget sama penampilan PSM dan Teater Syahid, walau akhirnya gue memutuskan untuk tidak ikut ukm tersebut-_-

OPAK pun berlanjut di hari kedua. Hari kedua merupakan OPAK Fakultas. OPAK Fakultas ini di warnai dengan materi-materi dari Dekan fakultas, dari bagian akademik fakultas, sampai demo LSO fakultas. LSO itu sendiri adalah Lembaga Semi Otonom yang ada di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Penampilan LSO-LSO yang ada di FIDKOM juga membuat sepasang mata gue serius memperhatikannya, mulai dari LSO VOC, KONTRAS, KMLA Garuda, SKETSA, Klise Fotografi, dll. Rasanya pengen ikutin semua LSO yang ada di Fakultas Dakwah~

Hari terakhir OPAK, masih tetep semangat dan antusias, walaupun berasa banget capeknya. OPAK ketiga itu OPAK Jurusan. Gue termasuk di Konsentrasi Jurnalistik. Opak hari itu, para maba di kumpulkan per jurusan, lalu dikenalkan  apa saja tentang jurusan tersebut, dikenalkan sama para senior dari jurusan itu, dikenalkan sama ketua jurusan, di kenalkan sama mata kuliah yang akan di tawarkan, dan lain-lain.
Selain berkumpul per jurusan, opak hari terakhir juga diadakan  lomba-lomba di FIDKOM. Mulai dari lomba yel-yel per kelompok, lomba dai, presenter, penyiar, king and queen sampai lomba debat. Tiap peserta lomba mengikuti lomba tersebut dengan penuh keantusiasan.

Akhirnya, pukul 21.00 opak di fakultas gue ditutup. Opak FIDKOM ditutup oleh dekan. Semua maba FIDKOM sudah sangat lelah malam itu. Tapi rasa senang, bahagia, bangga dapat menutupi kelelahan kami.
Oia, yang paling gue salut di OPAK kampus ini ga ada yang namanya “SENIORITAS”. Ga ada namanya “Bullying” kepada mahasiswa baru peserta OPAK. Ga ada yang namanya hukuman fisik maupun mental. Kalo di FIDKOM, hukuman cuma sekali pas pemeriksaan atribut. Itu juga hukumannya anti kekerasan, cuma joget Caisar seala kadarnya (asal-asalan).

Senior-seniornya juga sangat welcome kepada para maba. Mereka sangat friendly sama kita, saudara baru. Mereka menyambut kita sebagai saudara yang baru datang dari merantau dengan sangat hangat. Mereka asik-asik, baik-baik, lucu-lucu, cantik-cantik dan juga ganteng-ganteng, hahaha. Mereka tau saat kita para maba udah keliatan bosen dan capek, lalu mereka menghibur dengan cerita lelucon selucu mungkin yang dapat meningkatkan mood para maba.
Pokoknya, OPAK UIN Jakarta menjadi momen yang gak akan gue lupain. OPAK UIN juga menjadi ajang tebar modus dan terbar kode serta pendekatan bagi mereka-mereka yang single, termasuk gue..

(Sang merah-merah, fakultas dakwah, datang proaksi yang lain pada gerah~)

                                                                                                                                   Devi Andita Octavia,

                                                                                Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Selasa, 09 Juli 2013

cita-cita dari masa ke masa



Setiap orang pasti punya cita-citanya masing-masing. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa sekalipun. Saat kita masih balita pasti pernah ditanya “apa cita-cita kamu saat sudah besar nanti?”.

Okey, kali ini gue mau berbagi cerita tentang perubahan cita-cita gue mulai dari balita sampai saat ini. Gue masih inget banget saat guru TK gue, namanya Bu Ojah, nanya “depi kalo udah besar mau jadi apa?”. Gue dengan polosnya jawab “mau jadi kasir, bu”. Ehm baiklah, saat itu gue anak  berusia lima tahun yang mempunyai cita-cita menjadi seorang kasir. Namanya juga anak-anak yang berpikir  kalo seorang kasir itu punya uang banyak banget, tiap hari cuma berkutik dengan uang dan komputer.

Beranjak ke jenjang sekolah dasar. Saat itu gue kelas dua. Ketika pelajaran bahasa Indonesia, guru gue nanya ke tiap anak tentang cita-cita mereka. Mungkin saat itu gue udah ngerti makna cita-cita sesungguhnya. Dengan mantap gue menjawab bahwa cita-cita gue mau jadi polwan. Simple aja, menurut gue yang saat itu berusia tujuh tahun, jadi polwan itu keren. Keren karena seorang wanita bisa jadi polisi. Dengan style rambut pendek, pakai seragam polisi, membawa pistol, itu hal yang cool bangeet.

Semakin gue bertambah umur, cita-cita gue berubah lagi (labil). Ketika umur gue sebelas tahun, dengan penuh keyakinan gue mau jadi dokter. Dokter itu keren banget. Pake jas putih, bawa stetoskop, bawa suntikan dan dikawal oleh para perawat. Dokter pekerjaan mulia, dan tentunya banyak uang haha. Bisa ngobatin orang sakit, dan satu lagi alesan gue bercita-cita jadi seorang dokter yaitu  kalo keluarga gue ada yang sakit, gak perlu susah susah berobat ke tempat lain. Cita-cita gue ini didukung sama orangtua. Ayah dan ibu gue juga berharap agar kelak gue bisa jadi dokter yang dermawan dan baik hati.

Tapi lama-kelamaan gue malah pengen jadi dokter hewan. itu cita-cita gue saat mau beranjak masuk smp. Entah apa alasannya gue memilih mau jadi dokter hewan, padahal ngeliat cicak sama kecoa aja takut. Pokoknya udah niat banget nanti kalo gede mau jadi dokter hewan. Namuuuuun lagi-lagi seiring berjalannya waktu cita-cita gue berubah (lagi). Saat smp (lebih tepatnya mts) kelas tiga, gue melupakan cita-cita sebagai dokter hewan dan membayangkan menjadi pramugari. Weitsss pramugari!! Wanita berparas cantik, badan semampai, berambut panjang, anggun. Tapi berhubung badan gue gak mendukung, dan mata gue pun minus, gue mengurungkan cita-cita itu dan beralih mau jadi penerjemah. Eaea translator lebih kerennya. Gue mau jadi penerjemah bahasa asing. Padahal gue gakbisa bahasa inggris, dan gak begitu fasih bahasa arab. Tapi gue bertekad mau jadi penerjemah.

Penerjemah orang-orang yang kesulitan berkomunikasi antar bahasa. Bagi gue, bahasa itu istimewa. Tanpa bahasa kita akan kesulitan berkomunikasi. Bisa sih pake bahasa isyarat, cuma ribet ah. Sebagai warga Negara Indonesia, tentunya gue juga sangat mencintai bahasa negri sendiri. Cita-cita gue sebagai translator semakin kukuh sampai memasuki kelas dua  aliyah. Kebetulan di aliyah gue ada pelajaran bahasa jepang. Dan I like it. Bahasa jepang bagi gue unik. Bukan hanya bahasanya, tapi gue juga suka kebudayaannya. Saat itu gue berpikir “oke, gue mau jadi penerjemah bahasa jepang.” Keyakinan gue makin bertambah saat Nur’aini sensei (guru bahasa jepang) gue cerita bahwa ada salah seorang temen kuliahnya yang sekarang jadi penerjemah bahasa jepang daaan dia udah keliling jepang bahkan ke beberapa Negara untuk menemani seorang direktur yang kesulitan berbahasa jepang dan inggris. Sensei juga cerita kalo beberapa temennya jadi karyawan di perusahaan besar yang masih ada kaitannya dengan jepang. Setelah mendengar cerita sensei tentang itu, gue mantap kalo kuliah nanti mau masuk  jurusan sastra jepang.

Meningkat ke kelas tiga aliyah, gue juga bercita-cita menjadi seorang pembaca berita tanpa melupakan cita-cita gue menjadi seorang penerjemah. Presenter berita idola  gue itu Putra Nababan. Menurut gue jadi seorang News reading itu keren. Seorang pembaca berita pasti wawasannya luas, pikirannya kritis, dan penampilannya menarik. Maka dari itu gue juga berpikir kalo kuliah nanti mau ngambil jurusan komunikasi.
Selain jadi penerjemah dan pembaca berita, gue juga pengen banget menjadi seorang penulis. Penulis idola gue itu Raditya Dika. Buku-buku bang radit membawa suasana baru di dunia sastra.

Dan sampai saat gue ngeblog tulisan ini, cita-cita gue tetep sama, yaitu mau menjadi seorang News Reading yang merangkap sebagai translator sekaligus penulis. Haha. Kebanyakan yaaaaa.
Pokoknya cita-cita gue itu gak mau hanya sekedar cita-cita, gue harus berusaha meraih dan mewujudkannya. Dengan usaha, keyakinan, kerja keras, do’a, keridha-an kedua orang tua, dan lain-lain, insyaAllah…

Kalo kata pepatah siiih “Raih-lah Cita-Cita mu Setinggi Langit”

Finally, itu cita-citaku, bagaimana dengan cita-citamu?!

Sabtu, 29 Juni 2013

Klasifikasi cewe berdasarkan tipe-nya.

Assalamu’alaikum para pembaca setia blog gue yang disayang ortunya, disayang kakak/adiknya, ataupun yang disayang pacarnya. Kali ini gue mau ngelanjutin  postingan gue yang kemaren tentang klasifikasi tipe-tipe cowo. Tadi gue baru aja ngobrol-ngobrol sama temen gue, namanya nanang. Dia ngasih saran supaya gue bikin perbandingan antara tipe cowo dan cewe. Eeem mungkin dia sebagai cowo merasa cewe juga banyak tipenya. Okelah saya akan mengabulkan permintaan tersebut.

Tanpa banyak cuap-cuap lagi, langsung aja cekidot ke tkp. Cusssss…..

Tipe-tipe cewe jaman sekarang versi gue sendiri

1. Cewe perfeksionis
Tau kan arti perfeksionis? Perfeksionis itu orang yang selalu menuntut kesempurnaan.  Cewe tipe ini selalu memperhatikan penampilan mereka, tingkah laku mereka sampai sedetail-detailnya.  Bahkan bukan cuma memperhatikan penampilan diri sendiri looh, biasanya cewe tipe ini juga suka memperhatikan kesempurnaan  oranglain, terutama pasangannya.  Jadi jangan heran kalau biasanya cewe tipe kayak gini tuh menuntut pasangannya dalam kategori “sempurna”. Padahal kesempurnaan itu cuma milik sang pencipta yaitu Allah SWT :D

2. Cewe melankolis
Cewe tipe kedua yaitu melankolis. cewe tipe ini hampir mirip perfeksionis. Mereka orang-orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus.  Cewe semacem ini sensitif banget. Makanya, kelemahan cewe melankolis itu mereka gampang banget dikuasain sama perasaannya sendiri. Dikit-dikit ga enakan, gak tegaan. Merka lebih suka menggunakan perasaannya ketimbang logikanya. Yaaah namanya juga wanita, perasaannya sensitip :p

3. Cewe bawel
Bagi sebagian cowo, cewe yang pinter ngomong itu punya nilai + tersendiri. Tapiiii pinter ngomong disini tuh bukan yang terlalu banyak omong. Menurut analisis gue, temen-temen cowo gue itu banyak yang kurang suka sama cewe yang terlalu banyak omong. Kalo menurut mereka, cewe bawel itu bikin pusing. Suatu hari pernah ada yang cerita sama gue kalo dulu dia punya pacar (sekarang mantan) yang bawelnya ampe ubun-ubun. Si cowo itu bilang ke gue kalo dia pusing nanggepin omongannya si cewenya itu. So, ladies liat sikon juga saat berbicara yah..

4. Cewe matre
Tipe ini udah biasa diperbincangkan banyak kalangan. Apalagi jaman sekarang, yang segala macem serba mahal. Yah cewe matre, bagi golongan ini materi itu segalanya..

5. Cewe sholehah
Jangan salah, dijaman globalisasi kayak sekarang ini masih ada kok cewe solehah. Gak cuma dipesantren aja, dilingkungan sekitar juga ada. Yaaa walaupun intensitasnya gak begitu banyak sih. cowo-cowo yang baik dan bener  pasti sangat mengidam-idamkan cewe tipe kayak gini.  Makanya, kalo kita wahai kaum hawa mau dapetin pasangan yang sholeh, rubah diri kita supaya jadi cewe yang sholehah :D

6. Cewe penuntut
Nuntut ini itu sama pasangannya merupakan tipe cewe selanjutnya. Biasanya tipe ini banyak maunya dan selalu mau-nya itu diturutin. Em hati-hati loh guys, cowo sangat gasuka sama cewe tipe ini. Bagi mereka cewe semacam ini bikin cape, gak ada abisnya.

Okeey, bahasan klasifikasi cewe berdasarkan tipenya versi gue mungkin cuma segitu. Hmm.. banyak orang tau kalo cewe itu sukanya diperhatiin, disayang, dan sebagainya. Tapii gak selamanya juga kan perhatian dan kasih sayang didapet dari pasangan (ex: pacar). Orangtua, sahabat, temen, kakak, adik, dll juga bisa kok ngasih perhatian dan kasih sayang mereka buat kita. Jadiiii para cewe-cewe gak usah terlalu galau-lah kalo pasangan kita gak begitu ngasih itu semua ke kita. Yang penting kita tetep ngasih itu semua ke mereka, nanti lama-kelamaan mereka juga sadar  (kalo sadar, kalo gak putusin ajah!! *sesat*)

Ternyata ngelompok-in tipe cewe itu lebih susah daripada sebaliknya. Mungkin karena gue cewe yah..
yaaaa baik cewe maupun cowo pasti ada kebaikan dan kejelekannya. Asal mau saling menerima dan saling melengkapi, mudah bukan?!
kalo gitu kayanya mendingan disudahi dulu, udah mulai ngablu nih nulisnya jadi kemana-mana. Sampai bertemu di postingan selanjutnyaaa~ muah muah :p


Jumat, 28 Juni 2013

Klasifikasi cowo berdasarkan tipenya.

Galau karna pacar?! Pikirin masa depan dulu!

Itu kalimat motivasi gue supaya gue gak akan galau lagi karna seorang cowo. mulai saat gue nulis ini! cowo itu makhluk Tuhan yang agak susah ditebak. Kalo menurut Raditya Dika, cowo itu cuma ada dua tipe. Kalo engga bajingan, dia homo. Hmm.. kalo dicermatin siiih, ada bener dan ada salahnya juga. Kalo diliat dari sudut pandang bener, emang rata-rata cowo itu cuma bisanya nyakitin cewe, bikin cewe galau, nangis, dsb. Cowo semacam itu yang bisa dikategorikan bajingan. Kalo cowo homo….. em no comment ah! Kalo dari sudut pandang salah.. baca terus kebawah yak!

Okey, to the point. Kali ini gue mau jabarin tipe-tipe cowo menurut sudut pandang gue sendiri. Kalo mau tau, stay terus baca ya! Kalo males, yaudah close aja haha. Cekidott!!
  
1    1.  Cowo cuek/dingin/acuh-tak-acuh.
Maksutnya cowo dingin itu bukannya cowo yang demennya ngadem didalem freezer atau sekedar ngadem di sevel ya. Kalo menurut gue, tipe cowo cuek disini itu cowo yang masabodo sama pasangannya. Mau pasangannya seneng, sedih, bête, kesel, ya dia “bodoamat”. Cowo tipe kaya gini tuh jangan dikasih ati, bisa-bisa dia ngelunjak.

2. Cowo gak peka.
Yah kalian pasti tau kan maksutnya cowo ini apa.. secara gitu cewe-cewe jaman sekarang kan sukanya main kode-kodean. Dikit-dikit kode. Tapi kodenya gak kebaca sama pasangannya, dia kesel. Banyak banget kasus cowo gak peka dalam hubungan perpacaran jaman sekarang.  Contohnya em sebut aja namanya Sekar.  Sekar : duh pulsa aku cuma cukup ngirim 3 sms nih | cowonya: yah.. | Sekar: gimana dong | cowonya: ya beli sana |
hahaaa gubrakkk!

3. Cowo dramatis
Jangan salah, cowo juga ada loh yang dramatis. Dijutekin pasangannya dikit, dia galau, ngetweet galau, bahkan yang paling akut tuh cowo yang sering nangis dibawah bantal karna hal-hal sepele. Yaaahh gentle dong, bos!

4. Cowo misterius
Cowo tipe kaya gini yang biasanya jadi pusat perhatian cewe. Karna ke-misterius-an-nya dia, cewe jadi berusaha nyari nyari info tentang dia. Eeits tapiii jangan terlalu misterius juga, bisa-bisa para cewe pada takut disangkanya cowo berstatus teroris.

5.  Cowo alim
Jaman sekarang banyak yg bilang kalo cowo gak ada lagi yg alim. Tapi nyatanya banyak kok temen-temen gue para lelaki yang alim. Bahkan sangat alim. Contohnya, sebut aja namanya jono. Jono seorang cowo yang alim banget. Saking alimnya dia gak mau deket-deket cewe, gak mau salaman sama guru cewe. Parahnya, kalo dibuku pelajaran ada gambar cewe gak pake kerudung, dia gambarin kerudung sendiri dibukunya itu. Subhanallaaah..

6.  Cowo dewasa
Dewasa disini bukan berarti om-om yaaa. Dewasa disini tuh bisa ngebawa pasangannya ke arah yang positif. Pikiran, sikap dan omongannya dewasa. Tapi jangan mentang-mentang dewasa, jadi gak punya selera humor. Selera humor pada diri laki-laki itu penting banget loh. Bener kan girls?!

7. Cowo humoris
Banyak cewe yang suka sama cowo yang punya selera humor tinggi. Sehingga bisa menghibur cewenya saat cewenya bête. Tapiiii ada juga cowo yang humoris parah. Segala situasi menurut dia itu bisa dijadiin candaan. Cowo kaya gitu biasanya susah diajak serius. Dikit-dikit bercanda. Capedeh…

Hm menurut gue sih segitu aja tipe tipe cowo. Mungkin kalo kalian ada tambahan, saran, kritik, tentang artikel ini bisa disampaikan. Yaa maklumlah baru pertama kali bikin artikel kaya gini. Hehehe. Maaf juga kalo ada cowo yang baca, terus tersinggung. Gue gak bermasuksud menjelek-jelekan atau apa. Okelah semoga para cowo bisa mengerti kelabilan cewe. Dan cewe bisa mengerti kecuekan cowo. Sekian.



Jumat, 31 Mei 2013

My Lovely Brada.

25 Desember 1998 yang bertepatan dengan hari natal (bagi umat christiani) lahirlah seorang bayi laki-laki yang sangat diharapkan oleh seorang ibu, ayah, dan saudari perempuannya. Lalu bayi tersebut diberi nama Muhammad Hafidz Zaini. Bayi itu lucuuu sekali.
Kemudian hari demi hari berganti.. Apis (panggilannya) mulai beranjak besar. Dan gue (kakaknya) seneng banget punya saudara cowo yang ganteng. Umur gue dan apis terpaut 3 tahun. Biasanya kalo anak yang tau bakal punya adek, pasti ngerasa was-was, takut perhatiannya berkurang karena adanya seorang warga baru dikeluarga. Namuuun gue gapernah ngerasa kaya gitu. Justru gue seneng banget punya adek yang bisa nemenin gue main.
Seiring berjalannya waktu, gue dan apis tumbuh menjadi seorang anak-anak. Gue yang saat itu kelas 5 SD dan apis kelas 2 SD. Gue mulai sering berantem sama dia. Hal kecil aja bisa bikin ribut. Ya maklumlah namanya juga anak-anak. Gue ngerasa apis ini selalu dapet  perhatian lebih dari orang-orang. Mulai dari ayah dan ibu sampe tetangga. Gue jadi ngerasa ga pernah diperhatiin.. gue kesel sama dia. Gue sering iri sama dia. Padahal gue kakaknya, tapi gue oon banget ngirian gitu sama dia.

Laluu kenaikan kelas, gue pun kelas 6 SD dan apis kelas 3 SD.
26 November 2006.
Hari dimana gue ngerasa paliiiing bodoh sebagai kakak. Hari dimana semua terjadi begitu cepat. Hari dimana rasa sesal yang terus menghantui gue sampai kapanpun.
Dihari itu, tepatnya hari Minggu..
Minggu pagi itu rumah gue rame banget. Kebetulan hari itu dirumah nenek gue (kebetulan rumahnya sampingan) mau ada acara. Acara buat orang yang mau pergi haji gitu (sebutannya lupa). Dan rumah gue juga jadi kena imbasnya. Rumah gue juga ikut-ikutan rame karena banyak sodara.
Dan pagi itu adek gue Apis lagi main ps sama temen-temennya. Dan berisiiiik banget. Gue yang kesel karena keberisikannya dia, akhirnya marah-marah. Lalu galama adek gue apis minta dibikinin Mie goreng sama nyokap. Berhubung nyokap gue lagi sibuk masak buat acara, jadi gasempet masakin. Gue disuruh masakin Mie buat apis, tapi gue gamau karna masih kesel sama dia..
Jam demi jam berlalu.. akhirnya ba’da zuhur acara kelar. Saat itu sepupu gue namanya Dea ngajakin gue dan apis berenang. Gue yang biasanya paling getol kalo diajakin berenang (apalagi gratis) pas hari itu males banget, gamau ikut. Ampe dibujuk-bujuk gue pun tetep gamau. Lalu akhirnya apis dan dea pergi berenang dianter sama om gue. Mereka pergi berlima, apis, dea, om gue, sama temennya om gue+anaknya.
Pas mereka pergi renang, gue tidur-tiduran dikamar. Mendadak saat itu perasaan gue gatenang. Akhirnya buat ngilangin rasa aneh dihati, gue niup balon. Niatnya balon itu buat apis. Mau gue kasih kalo dia pulang renang. Soalnya gue tau apis suka balon..
Pas kelar niup balon, tiba-tiba telpon rumah berdering. Gue yang males-malesan ngangkat, akhirnya ngangkat tuh telpon juga. Pas gue angkat ternyata om gue yang nelpon. Saat itu gue Cuma nangkep kalimat “depi bilangin ibu ayah cepetan ke rumah sakit *piiiip* apis tenggelem!” telpon langsung jatoh (kayak disinetron). Terus gue lari kerumah nenek gue dan bilang ke  nyokap soal itu.. kebetulan nyokap lagi makan. Pas gue bilang kaya gitu, piring yang nyokap pegang langsung jatoh gitu aja. Lalu bokap dan nyokap gue panik dan langsung bergegas ke rumahsakit. Gue yang ga dibolehin ikut cuma bisa nunggu dirumah dalam keadaan cemas dan bingung.

Galama… ada kabar kalo adek gue apis meninggal dunia. Gue ga percaya itu terjadi. Ga percaya! Dan ternyata itu semua beneran.
Gue.. saatmitu cuma bisa nangis sejadi-jadinya. gue nyesel senyesel nyeselnya. Gue kesel sama diri gue sendiri. Gue bodoh banget kenapa gamau ikut mereka berenang. Kalo gue ikut pasti apis masih ada sampe sekarang.
Saat pemakaman apis, otak gue tiba-tiba muter semua kenangan gue sama dia.. apalagi kejadian pagi itu.. mulai dari gue marahin dia pas main ps. Gue gamau bikinin Mie buat dia. Sampe gue gamau ikut dia berenang. Gue ngerasa kakak paling bodoh dan paling jahat.

Sampe sekarang hari itu 26 November 2006 ga akan pernah bisa ilang dari otak gue.
Sekarang udah 7 tahun apis pergi ninggalin keluarga gue. Gue kangen banget sama dia. Gue kangen bercanda sama dia.  Kangen main ps sama dia. Kangen berantem sama dia. Kalo dia masih ada, sekarang dia baru lulus smp. Seandainya….

Pokoknya doaku selalu hadir untukmu..
Aku yang selalu sayang dan merindukanmu, adikku..