Jumat, 23 Januari 2015

Seru nih, baca deh!

Halooo semua! Udah lama banget nih gak menjamah blog ini. Kalo di ibaratin orang, pasti blog ini udah lupa gimana rasanya dijamah *eh.
Kebetulan hari ini gue lagi di rumah, lagi gak punya kerjaan, dan baru masang aplikasi blogger di hp, yaudah gue ngeblog aja lagi. Sebenernya sih engga tau apa yang mau gue tulis. Tapi ya gue tulis aja, siapa tau nanti jadi ada ide mau bahas apa.

Btw, waktu cepet banget ya jalannya. Sekarang udah januari 2015, gue udah jalan 20 tahun, udah kuliah semester 3, adek gue udah jalan 4 tahun. Kalo lagi mikirin waktu, entah kenapa rasanya semua cepet banget berubahnya. Dari yang dulu gue cuma anak rumahan, yang setiap hari pasti ada dirumah sambil main komputer, sampe sekarang yang justru gak pernah ada di rumah, dan komputer udah gak pernah dipake lagi. Dari yang dulu pengen cepet cepet keluar dari sekolah, sampe pengen balik lagi ke sekolah. Iyaaa, pengen balik lagi ke masa masa sekolah, terutama SMA.

Emang, cuma jaman SMA yang paling berkesan. Berkesan dari semua sudut pandang. Dan sekarang semua yang udah lewat, selalu gue kangenin.

Gue bisa dibilang sama oleh kebanyakan orang, yang paling di kangenin dari jaman SMA itu yaa temen temennya, juga termasuk memori kisah cintanya. Tapi makin kesini, makin lama pula gue menjomblo, *ehm, rasanya apa yang dimaksud "cinta" itu aneh. Makin kesini, gue ngerasa "cinta" itu suatu hal yang bukan hanya berupa omongan belaka. Bagi gue, cinta itu sakral, suci, yang merupakan suatu perasaan anugrah dari Tuhan.

Dulu, gue menganggap cinta itu hanya sekedar "aku sayang kamu". Tapi sekarang, gue berfikir cinta itu bukanlah "aku sayang kamu", melainkan sesuatu yang bener bener harus di pikirkan dan di perhitungkan mengapa kita bisa berfikir bahwa itu cinta.

Hmmm, gue gak ngerti apa yang barusan gue tulis. Bener kan, walau gak tau mau nulis apa, tapi kalo udah ditulis pasti larinya kemana mana. Maklum dah, lagi gak punya kerjaan. Ini cuma buat bersihin blog aja  biar gak kotor karna gak pernah dibuka lagi. Kalo gak suka, ngerasa tulisan ini gak jelas, yaa gak usah dibaca, apalagi sampe abis gini. Kalo udah terlanjur di baca sampe abis, yaudah bersyukur aja.

Maaf ya, maaf semua.

Sabtu, 18 Januari 2014

S-I-N-G-G-A-H

Aku yang tertipu mulut manismu.
Betapa bodohnya aku dapat tertipu oleh kata-kata manismu.
Kata-kata yang dapat menyakinkan dan menjadi sebuah semangat untukku dalam menjalani hari. Kau buka sebuah  percakapan manis setiap malam, yang membuatku enggan untuk masuk ke alam mimpi yang dulu selalu aku idamkan.
awalnya aku enggan menanggapi semua kata-katamu, karena kamu tiba-tiba datang kepadaku. namun kamu terlalu lihay sehingga keraguanku padamu semakin hari semakin hilang. Kamu sukses meyakinkanku dengan apa yang selalu kamu berikan untukku.
aku terlalu polos sehingga dengan mudahnya kamu dapat mengelabui ku sesuka hatimu. Mengelabui sebuah hati yang rapuh dan kosong tak bertuan.
Saat keyakinanku padamu semakin kuat, tiba-tiba kamu menghancurkan semuanya. Menghancurkan mimpi yang telah kamu gambarkan untukku. Mimpi yang aku tidak mau mempercayainya, namun pada akhirnya kamu dapat membuatku mempercayai apa yang semula tidak aku percayai.
Dan sekarang aku tahu,  aku hanya tempat persinggahanmu, tempat meletakkan segala kecemasan, kemudian pergi tanpa janji untuk kembali.
Ya, persinggahan. Sebuah kata yang bermakna tempat melepas penat, tempat melepas lelah. Dan singgah tidak akan mungkin lama, seperti kamu. Kamu menjadikanku tempat persinggahan, tempat melepas lelah dengan apa yang sedang kamu jalani.


Rabu, 11 Desember 2013

11.12.13

11.12.13
Kebanyakan orang nganggep tanggal 11.12.13 ini adalah tanggal cantik, maka ada banyak pasangan yang menikah di tanggal ini, padahal tanggal ini jatuhnya hari rabu. Banyak juga ibu hamil yang melahirkan (sesar) anaknya di tanggal ini. Sampai kaum jomblo pun menyusun strategi untuk nembak gebetannya atau bahkan para jomblo yang berHARAP ditembak gebetannya di tanggal ini.

Sebagai pengamat, di tanggal ini gue ngamatin tweet para following gue, tentunya di timeline ya, NOT stalking! Rata-rata mereka ngetweet 11.12.13 itu tanggal yang istimewa banget, bahkan ada pula yang ngetweet bahwa tanggal 11.12.13 ini tanggal cantik yang cuma sekali seumur hidup. Aneh ya.. kalo dipikir-pikir kan setiap tanggal itu emang sekali seumur hidup. Misalnya tanggal 03-12-10 itu cuma ada sehari, gak bakal ada lagi. Aneh kan... tapi ada juga dari mereka yang pinter, ngetweet “tanggal 11.12.13 itu KALAH cantiknya sama tanggal merah” nah yang ini gue setuju banget!

Bagi gue di tanggal 11.12.13 sama aja kayak hari-hari biasanya. Gue tetep makan, tidur, maen, ngestalk dan lain-lain. Mungkin istimewanya tanggal ini bagi gue yaitu... sayur-sayuran gue ulang tahun, haha. Yang namanya sayur-sayuran ya hanya sayur-sayuran semata. TIDAK yang lain. Dan TIDAK istimewanya hari ini adalah.. gue kena zonk berkali-kali. Disini gue gak mau nyeritain zonk yang gue peroleh hari ini, males ngetiknya, capek.
Udah ya, gausah panjang-panjang, gue lagi asik nonton opening sea games nih haha. Babay dah!


Jumat, 27 September 2013

pintu lift!

Sore itu, di depan lift suatu kampus..
Aku menunggu  pintu lift terbuka sambil ber-haha-hihi dengan temanku. Saat itu aku  bersama ketiga temanku.
Ketika pintu telah terbuka lebar untuk aku dan ketiga temanku, kami pun segera memasukinya, kebetulan di dalamnya hanya ada dua orang lelaki. Dan tanpa di duga-duga, ada seorang yang sangat aku kenali di dalamnya. Ya, aku sangat mengenalinya meskipun aku tahu bahwa dia tidak mengenaliku.
Aku yang hanya bisa diam mematung tanpa mengucap satu kata pun. Hanya ada  keringat yang menetes dari dahiku serta irama denyut jantung yang tak jelas nadanya.  Aku merasa mulut ini terkunci rapat dan entah dimana kuncinya. Hati ini memaki diriku sendiri. Memaki bahwa aku terlalu pengecut, tidak berani memulai meski hanya sekedar kata “hai”.
Rasanya aku ingin lift tersebut mendadak rusak dan membiarkan kami terjebak didalamnya. Aku berharap agar Tuhan menghentikan waktu atau setidaknya menghentikan lift ini agar semuanya bejarlan lambat. Namun, pada kenyataannya sang kuasa tidak menghendaki hal itu terjadi.
pada akhirnya pintu lift terbuka dan kami sampai di lantai yang dituju.
semuanya dimulai saat pintu lift terbuka dan selesai sampai pintu lift terbuka.
Dan saat ini hatiku masih memaki-maki diriku sendiri. Menyesali apa yang aku tidak perbuat saat itu. Kesempatan emas bin berlian sudah kubuang sia-sia. Hanya ada penyesalan yang tak usai.

Saat ini aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan, agar kesempatan kedua masih dapat Dia berikan kepadaku. Amiin.. 

Minggu, 08 September 2013

Bagaikan Melukis diatas Es Batu.

Hai pria bermata sipit, bagaimana kabarmu?
Apa aktifitasmu belakangan ini? Sudah lama kita tak bersua. Sudah lama kita tak berjumpa.

Terakhir kali kita berjumpa saat aku dan kamu dipertemukan oleh “kebetulan” saat kita sedang berjalan-jalan di sebuah mall. Dan saat itu aku melihat mu sedang merangkul seorang wanita yang berparas cantik.
Tahukah kamu, tahukah kamu bagaimana hatiku saat itu? Tahukah kamu, seberapa dahsyat gejolak hati ini saat aku melihatmu? Dan tahukah kamu, kelenjar air mata ini sampai ingin meletuskan isinya?
Kamu yang saat itu berlagak seperti melihat orang asing. Kamu melihatku seakan-akan kita tak pernah berjumpa dan tak pernah dipertemukan oleh takdir.

Semudah itukah kamu menghapus jejakku di hatimu? Semudah menghilangkan goresan pensil diatas kertas tipis menggunakan penghapus. Kamu menghapusnya terlalu kuat, terlalu kasar, yang mengakibatkan kertas ini sobek, kertas ini terluka. Namun, apa pedulinya kamu? Seakan-akan kertas ini tak pernah ada manfaatnya untukmu. Kamu merusaknya, merobeknya lalu membuangnya.
Apa tak pernah ada selintas bayangan kisah aku dan kamu di masa lalu yang singgah dipikiranmu? Apa dia jauh lebih baik dari aku, sehingga dengan santainya kamu menjalani hari-hari setelah kamu meninggalkanku?

Oh sang pria bermata sipit yang teduh,
Dulu, siapa yang mengajariku tentang cinta? Siapa yang meyakinkanku akan adanya cinta diantara kita? Siapa yang bisa meyakinkanku padamu, sejauh ini? Kamu, yang sukses mengajariku tentang cinta.  Kamu yang berhasil meyakinkanku akan adanya cinta diantara kita, meyakinkanku adanya kekuatan dari kesederhanaan cinta. Tapi apa? Saat kamu berhasil menjadi penggajar cintaku, dan saat keyakinan itu tercipta, kamu dengan mudahnya menghempaskan bahkan melemparkan keyakinan itu, jauh-jauh. Kamu, mengkhianati keyakinan ini. Iya, kamu.

Oh sang penghempas,
Aku merasa bodoh, bodoh untuk memilih menunggumu kembali. Seperti menunggu sang fajar dikala insomnia meradang di kesunyian malam, lama, bahkan menunggu sang fajar dikala insomnia itu lebih menyenangkan dibanding menunggumu kembali kesini, lalu menyesali apa yang telah kamu perbuat. Logika dan perasaanku bertolak belakang. Perasaanku menyuruh agar tetap menunggumu seraya berdoa agar kamu menyadari semua ini. Namun, logika ku berkata dengan tegas, “tak ada lagi ruang untuk sang pengkhianat!”.

Dan akhirnya aku lebih memilih, perasaanku.
Inilah pilihan, dan aku memilih untuk tetap menunggumu kembali, kepelukanku, meski itu terlihat seperti “melukis di atas es batu”.