Sabtu, 18 Januari 2014

S-I-N-G-G-A-H

Aku yang tertipu mulut manismu.
Betapa bodohnya aku dapat tertipu oleh kata-kata manismu.
Kata-kata yang dapat menyakinkan dan menjadi sebuah semangat untukku dalam menjalani hari. Kau buka sebuah  percakapan manis setiap malam, yang membuatku enggan untuk masuk ke alam mimpi yang dulu selalu aku idamkan.
awalnya aku enggan menanggapi semua kata-katamu, karena kamu tiba-tiba datang kepadaku. namun kamu terlalu lihay sehingga keraguanku padamu semakin hari semakin hilang. Kamu sukses meyakinkanku dengan apa yang selalu kamu berikan untukku.
aku terlalu polos sehingga dengan mudahnya kamu dapat mengelabui ku sesuka hatimu. Mengelabui sebuah hati yang rapuh dan kosong tak bertuan.
Saat keyakinanku padamu semakin kuat, tiba-tiba kamu menghancurkan semuanya. Menghancurkan mimpi yang telah kamu gambarkan untukku. Mimpi yang aku tidak mau mempercayainya, namun pada akhirnya kamu dapat membuatku mempercayai apa yang semula tidak aku percayai.
Dan sekarang aku tahu,  aku hanya tempat persinggahanmu, tempat meletakkan segala kecemasan, kemudian pergi tanpa janji untuk kembali.
Ya, persinggahan. Sebuah kata yang bermakna tempat melepas penat, tempat melepas lelah. Dan singgah tidak akan mungkin lama, seperti kamu. Kamu menjadikanku tempat persinggahan, tempat melepas lelah dengan apa yang sedang kamu jalani.


Rabu, 11 Desember 2013

11.12.13

11.12.13
Kebanyakan orang nganggep tanggal 11.12.13 ini adalah tanggal cantik, maka ada banyak pasangan yang menikah di tanggal ini, padahal tanggal ini jatuhnya hari rabu. Banyak juga ibu hamil yang melahirkan (sesar) anaknya di tanggal ini. Sampai kaum jomblo pun menyusun strategi untuk nembak gebetannya atau bahkan para jomblo yang berHARAP ditembak gebetannya di tanggal ini.

Sebagai pengamat, di tanggal ini gue ngamatin tweet para following gue, tentunya di timeline ya, NOT stalking! Rata-rata mereka ngetweet 11.12.13 itu tanggal yang istimewa banget, bahkan ada pula yang ngetweet bahwa tanggal 11.12.13 ini tanggal cantik yang cuma sekali seumur hidup. Aneh ya.. kalo dipikir-pikir kan setiap tanggal itu emang sekali seumur hidup. Misalnya tanggal 03-12-10 itu cuma ada sehari, gak bakal ada lagi. Aneh kan... tapi ada juga dari mereka yang pinter, ngetweet “tanggal 11.12.13 itu KALAH cantiknya sama tanggal merah” nah yang ini gue setuju banget!

Bagi gue di tanggal 11.12.13 sama aja kayak hari-hari biasanya. Gue tetep makan, tidur, maen, ngestalk dan lain-lain. Mungkin istimewanya tanggal ini bagi gue yaitu... sayur-sayuran gue ulang tahun, haha. Yang namanya sayur-sayuran ya hanya sayur-sayuran semata. TIDAK yang lain. Dan TIDAK istimewanya hari ini adalah.. gue kena zonk berkali-kali. Disini gue gak mau nyeritain zonk yang gue peroleh hari ini, males ngetiknya, capek.
Udah ya, gausah panjang-panjang, gue lagi asik nonton opening sea games nih haha. Babay dah!


Jumat, 27 September 2013

pintu lift!

Sore itu, di depan lift suatu kampus..
Aku menunggu  pintu lift terbuka sambil ber-haha-hihi dengan temanku. Saat itu aku  bersama ketiga temanku.
Ketika pintu telah terbuka lebar untuk aku dan ketiga temanku, kami pun segera memasukinya, kebetulan di dalamnya hanya ada dua orang lelaki. Dan tanpa di duga-duga, ada seorang yang sangat aku kenali di dalamnya. Ya, aku sangat mengenalinya meskipun aku tahu bahwa dia tidak mengenaliku.
Aku yang hanya bisa diam mematung tanpa mengucap satu kata pun. Hanya ada  keringat yang menetes dari dahiku serta irama denyut jantung yang tak jelas nadanya.  Aku merasa mulut ini terkunci rapat dan entah dimana kuncinya. Hati ini memaki diriku sendiri. Memaki bahwa aku terlalu pengecut, tidak berani memulai meski hanya sekedar kata “hai”.
Rasanya aku ingin lift tersebut mendadak rusak dan membiarkan kami terjebak didalamnya. Aku berharap agar Tuhan menghentikan waktu atau setidaknya menghentikan lift ini agar semuanya bejarlan lambat. Namun, pada kenyataannya sang kuasa tidak menghendaki hal itu terjadi.
pada akhirnya pintu lift terbuka dan kami sampai di lantai yang dituju.
semuanya dimulai saat pintu lift terbuka dan selesai sampai pintu lift terbuka.
Dan saat ini hatiku masih memaki-maki diriku sendiri. Menyesali apa yang aku tidak perbuat saat itu. Kesempatan emas bin berlian sudah kubuang sia-sia. Hanya ada penyesalan yang tak usai.

Saat ini aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan, agar kesempatan kedua masih dapat Dia berikan kepadaku. Amiin.. 

Minggu, 08 September 2013

Bagaikan Melukis diatas Es Batu.

Hai pria bermata sipit, bagaimana kabarmu?
Apa aktifitasmu belakangan ini? Sudah lama kita tak bersua. Sudah lama kita tak berjumpa.

Terakhir kali kita berjumpa saat aku dan kamu dipertemukan oleh “kebetulan” saat kita sedang berjalan-jalan di sebuah mall. Dan saat itu aku melihat mu sedang merangkul seorang wanita yang berparas cantik.
Tahukah kamu, tahukah kamu bagaimana hatiku saat itu? Tahukah kamu, seberapa dahsyat gejolak hati ini saat aku melihatmu? Dan tahukah kamu, kelenjar air mata ini sampai ingin meletuskan isinya?
Kamu yang saat itu berlagak seperti melihat orang asing. Kamu melihatku seakan-akan kita tak pernah berjumpa dan tak pernah dipertemukan oleh takdir.

Semudah itukah kamu menghapus jejakku di hatimu? Semudah menghilangkan goresan pensil diatas kertas tipis menggunakan penghapus. Kamu menghapusnya terlalu kuat, terlalu kasar, yang mengakibatkan kertas ini sobek, kertas ini terluka. Namun, apa pedulinya kamu? Seakan-akan kertas ini tak pernah ada manfaatnya untukmu. Kamu merusaknya, merobeknya lalu membuangnya.
Apa tak pernah ada selintas bayangan kisah aku dan kamu di masa lalu yang singgah dipikiranmu? Apa dia jauh lebih baik dari aku, sehingga dengan santainya kamu menjalani hari-hari setelah kamu meninggalkanku?

Oh sang pria bermata sipit yang teduh,
Dulu, siapa yang mengajariku tentang cinta? Siapa yang meyakinkanku akan adanya cinta diantara kita? Siapa yang bisa meyakinkanku padamu, sejauh ini? Kamu, yang sukses mengajariku tentang cinta.  Kamu yang berhasil meyakinkanku akan adanya cinta diantara kita, meyakinkanku adanya kekuatan dari kesederhanaan cinta. Tapi apa? Saat kamu berhasil menjadi penggajar cintaku, dan saat keyakinan itu tercipta, kamu dengan mudahnya menghempaskan bahkan melemparkan keyakinan itu, jauh-jauh. Kamu, mengkhianati keyakinan ini. Iya, kamu.

Oh sang penghempas,
Aku merasa bodoh, bodoh untuk memilih menunggumu kembali. Seperti menunggu sang fajar dikala insomnia meradang di kesunyian malam, lama, bahkan menunggu sang fajar dikala insomnia itu lebih menyenangkan dibanding menunggumu kembali kesini, lalu menyesali apa yang telah kamu perbuat. Logika dan perasaanku bertolak belakang. Perasaanku menyuruh agar tetap menunggumu seraya berdoa agar kamu menyadari semua ini. Namun, logika ku berkata dengan tegas, “tak ada lagi ruang untuk sang pengkhianat!”.

Dan akhirnya aku lebih memilih, perasaanku.
Inilah pilihan, dan aku memilih untuk tetap menunggumu kembali, kepelukanku, meski itu terlihat seperti “melukis di atas es batu”.


Jumat, 06 September 2013

Secret Admirer.

“Perkenalkan, aku ini seorang pengagum rahasiamu.” Mungkin kalimat itu hanya sebuah kalimat khayalan yang tidak akan pernah terealisasi untuk diungkapkan. Kamu tidak tahu dan tidak akan pernah tau tentang sekelumit perasaan yang ada dalam relung hatiku terhadap dirimu. Entah sampai kapan aku dapat menyimpan sekelumit rasa ini, hanya aku dan Tuhan- ku yang tau.

Aku, pengagum rahasiamu. Aku, yang hanya berani menatapmu dari kejauhan. Aku, yang hanya dapat memperhatikan setiap gerak-gerikmu dari belakang. Aku, yang hanya dapat merekam betapa sejuknya tatapan matamu. Pasti menurutmu aku ini hanya seorang pecundang dan penakut yang selalu mengintaimu dari belakang, yang tak berani menghadangmu dari depan.Aku berusaha mencari tau identitasmu, mulai dari namamu, alamat rumahmu sampai akun twittermu. Aku, diam-diam memfollow akun twittermu tanpa mengharapkan atau bahkan meminta kamu memfollow kembali akun twitterku.Bukan sekedar memfollow, setiap malam sebelum tidur aku menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di atas timeline mu. Alasan sederhana, aku hanya ingin tau aktifitasmu sehari-hari, meskipun terkadang aku harus terluka saat membaca  tweet yang kamu rangkai untuk seseorang kamu anggap spesial di hidupmu.

Aku merasa kalah sebelum berjuang. Aku kalah sebelum mencoba mendekatimu. Aku kalah, karena aku hanya berharap tanpa berusaha. Namun, inilah pilihanku, pilihan untuk tetap menjadi pengagum rahasiamu. Pilihan untuk selalu menatap dan memperhatikan senyum badai mu yang selalu sukses menggerayangi hati dan relung jiwaku.

Oh sang pujaan hatiku, perkenankanlah diriku untuk mengagumi mu dengan cara seperti ini. Aku hanya dapat berharap, semoga sang yang Maha Kuasa meridhoi dan menjadikan pilihan ku ini menjadi pilihan yang terbaik.

Salam rindu,
‘ur secret admirer.